entah apa yg menutup mataku,
bagiku saat melihatmu kau tampak baik-baik saja.
aku tak melihat suatu ke khawatiran didalam benakmu.
tak terlihat semua rasa gelisah dan kesakitan yg kau alami setiap waktunya.
andai aku bisa mengutarakan semua perasaanku padamu,
kau adalah alasanku mengapa aku mencari sosok masa depan sepertimu.
aku hanya bisa terdiam saat kau dilanda amarah, sakit, dan kecewa.
aku ingin sekali bisa membahagiakanmu, menghapus semua kekecewaanmu.
andai kau tau,
kau tetap menjadi pria terbaik dalam hidupku.
aku sangat menyayangimu,
betapa sabarnya kau menjagaku hingga sebesar ini.
aku ingat dulu,
kau selalu mengajakku berjalan-jalan, kau selalu mengelus rambutku saat aku ingin tertidur,
kau memelukku saat aku menangis.
kau selalu ingin tau dan bahkan mengetahui semua perkembanganku.
kau tau saat aku sedih, dan aku berharap saat ini kau tidak tau bahwa aku malu.
saat harus menatapmu menahan tangis, melihat betapa kau saat lemah.
tetaplah bersamaku,
aku tau apapun yg kau lakukan untuk menjagaku.
aku sangat menyayangimu...
Jumat, 15 Januari 2016
kak
maafin aku gabisa buat kakak bahagia sama aku, maafin aku selalu kecewain kakak, buat kaka benci sama aku.
maaf aku selalu larang kaka kalo kakak nginep, suka larang kakak main, suka marah-marah.
aku cuma mau diajak sama kakak kemanapun kakak pergi dan diakui didepan temen-temen kakak.
maaf buat semua keegoisan aku kak.
kak, sekarang aku sadar.
kakak lebih baik tanpa aku, kakak bebas kemanapun kakak mau, tanpa ada yg butuh kabar kakak.
ka, kakak sadar? kakak sedikit kasar sekarang, bukan fisik tapi ucapan dan sikap kakak.
kenapa kakak selalu anggap aku seolah-olah bisa dapetin yg lebih baik daripada kakak?
kenapa kakak ngga pernah percaya sama perasaan aku?
kenapa kakak selalu mudah menerbang dan menjatuhkan hati aku?
kenapa aku selalu mudah mempercayai ucapan kakak?
ka, apakah balikan bisa buat perasaan dan sikap kakak balik lagi? aku rasa ngga.
sekarang, aku tau kak. hati kakak udah bukan buat aku.
padahal aku serius sama kakak, aku sudah banyak mimpi bermasa depan sama kakak.
aku takut, takut buat jatuh cinta lagi, takut buat tutup hati ini lagi...
dan saat itu terjadi, aku takut kakak tiba-tiba datang dan memberi jawaban atas semua pertanyaanku.
tapi aku bersikap seperti kaka.. aku takut..
sudah
sudah sejauh ini kita melangkah, pernah terlintas dalam perbincangan kita untuk menuju masa depan bersama.
namun aku melihat sisi lain darimu yg jauh berbeda saat ini, kau tak terlihat sama seperti sebelumnya bahkan aku membencinya.
benciku ini semakin besar dan meluap, kita merasakan hal yg sama.
saat itu kita sangat keras juga mengegokan perasaan kita dan pada akhirnya kita mencari arah masing-masing, aku tak tahu apa yg sedang kau lewati dan sebaliknya padamu.
sejenak aku berfikir ingin mengejarmu dan bersama melewati arah itu namun egoku menahannya.
kau sempat berteriak mengajak kita untuk berjalan bersama namun aku menutup telingaku.
yg kumau, kau kembali memberiku arah dan menjagaku melewati rintangan bersama.
andai tau saat aku menutup telingaku, aku masih mendengar suaramu.
dan berharap kita dapat bertemu dalam sebuah perjalanan dan mendengar suara itu lagi.
namun aku melihat sisi lain darimu yg jauh berbeda saat ini, kau tak terlihat sama seperti sebelumnya bahkan aku membencinya.
benciku ini semakin besar dan meluap, kita merasakan hal yg sama.
saat itu kita sangat keras juga mengegokan perasaan kita dan pada akhirnya kita mencari arah masing-masing, aku tak tahu apa yg sedang kau lewati dan sebaliknya padamu.
sejenak aku berfikir ingin mengejarmu dan bersama melewati arah itu namun egoku menahannya.
kau sempat berteriak mengajak kita untuk berjalan bersama namun aku menutup telingaku.
yg kumau, kau kembali memberiku arah dan menjagaku melewati rintangan bersama.
andai tau saat aku menutup telingaku, aku masih mendengar suaramu.
dan berharap kita dapat bertemu dalam sebuah perjalanan dan mendengar suara itu lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)