kamu tahu rasanya terus mencoba meyakinkan perasaan ini agar terus bangun?
kamu tahu saat aku memberanikan diri membukanya,
seolah bayang-bayang akan kesakitan membuatku meragukannya
terus bertanya bisakan kembali pulih hati ini?
bukan karena perasaan untuk orang yg sama,
namun apakah hatiku sudah siap untuk menerima sakit yg sama lagi?
atau aku harus terus berharap kepada seseorang yg tak bisa membuatku menolehya?
padahal aku tahu, terus larut dalam yg bukan lagi milikku hanya sia-sia
aku bukan tidak ingin merasakan kembali,
jatuh kepada seseorang, membangun kebahagiaan, dan berkomitmen
aku hanya takut jatuh kepada orang yg salah yg hanya ingin singgah bukan tinggal
aku hanya lebih ingin memilih bukan mencari,
karena jika aku mencari aku takkan mendapat pilihan
namun jika aku memilih, aku hanya akan berkomitmen pada pilihan
dan bukan hanya omong kosong untuk terus membuatku bahagua.
aku tidak butuh bahagia sendirian, aku bisa membahagiakan diriku
aku hanya ingin bahagia bersama walau sendiri-sendiri.
yg mencintai dirinya, yg mencoba merubah dirinya menjadi lebih baik.
yg mencoba memperbaiki dirinya,
seperti hal yg sama aku lakukan.
Selasa, 20 September 2016
Sad to mei
jika benar serius apa seperti ini?
jika benar serius apa harus begini?
bukankah jika benar cinta, ia akan jadi prioritas?
bukankah jika benar cinta, bertemu semenitpun tak masalah?
apakah harus berkabar hanya saat butuh? begitukah?
apakah harus salah satu memohon untuk sebuah pertemuan? atau untuk sekedar bertanya kabar?
apakah yg seperti itu wajar untuk dipertahankan?
kalau memang iya, aku bahkan tidak tau apa alasannya.
mempertahankan sesuatu yg bahkan aku tidak tau dia dimana, sedang apa, dan keadaannya pun aku bahkan tidak tau.
jika memang harus seperti ini yg kita jalani, bolehkah aku membagi perasaanku?
agar tak sepenuhnya lemah saat tau bahwa aku bukan seseorang dalam doamu.
agar tak sepenuhnya patah hatiku untuk kesekian kalinya.
aku bukan wanita yg mudah memberi hatiku untuk orang bahkan belum bisa membuatku aman.
sakit? tidak. setidaknya aku cukup cerdas untuk tidak terlalu mengharapkanmu.
jika benar serius apa harus begini?
bukankah jika benar cinta, ia akan jadi prioritas?
bukankah jika benar cinta, bertemu semenitpun tak masalah?
apakah harus berkabar hanya saat butuh? begitukah?
apakah harus salah satu memohon untuk sebuah pertemuan? atau untuk sekedar bertanya kabar?
apakah yg seperti itu wajar untuk dipertahankan?
kalau memang iya, aku bahkan tidak tau apa alasannya.
mempertahankan sesuatu yg bahkan aku tidak tau dia dimana, sedang apa, dan keadaannya pun aku bahkan tidak tau.
jika memang harus seperti ini yg kita jalani, bolehkah aku membagi perasaanku?
agar tak sepenuhnya lemah saat tau bahwa aku bukan seseorang dalam doamu.
agar tak sepenuhnya patah hatiku untuk kesekian kalinya.
aku bukan wanita yg mudah memberi hatiku untuk orang bahkan belum bisa membuatku aman.
sakit? tidak. setidaknya aku cukup cerdas untuk tidak terlalu mengharapkanmu.
Senin, 05 September 2016
choice
keputusan adalah pilihan,
jika kau mempunyai keputusan sama halnya kau membuat pilihan...
dan pilihan itu selalu didampingi oleh resiko...
apapun resikonya,
kau takkan bisa menghindar karna itu keputusanmu...
belajarlah mempunyai komitmen untuk suatu keputusan...
seseorang bisa dibilang kuat saat ia menghadapi
segala resikonya atas keputusannya...
dan dalam hidup untuk diri sendiri atau oranglain....
komitmen itu penting,
jika tidak ingin membuat keputusan...
jangan berkata dirimu mampu,
jangan jadi seseorang dibelakang batu...
berani kuat karena sesuatu,
seharusnya tanpa sesuatu dirimu harus kuat...
seorang yg lemah sekalipun ia bisa bangkit dan terus berkomitmen...
jika kau mempunyai keputusan sama halnya kau membuat pilihan...
dan pilihan itu selalu didampingi oleh resiko...
apapun resikonya,
kau takkan bisa menghindar karna itu keputusanmu...
belajarlah mempunyai komitmen untuk suatu keputusan...
seseorang bisa dibilang kuat saat ia menghadapi
segala resikonya atas keputusannya...
dan dalam hidup untuk diri sendiri atau oranglain....
komitmen itu penting,
jika tidak ingin membuat keputusan...
jangan berkata dirimu mampu,
jangan jadi seseorang dibelakang batu...
berani kuat karena sesuatu,
seharusnya tanpa sesuatu dirimu harus kuat...
seorang yg lemah sekalipun ia bisa bangkit dan terus berkomitmen...
Langganan:
Komentar (Atom)