Selasa, 16 Agustus 2016

aku hampir tidak bisa terlelap terus memikirkan apa yg salah denganku
aku selalu terjaga sepanjang hari mengingat kesalahanku
kamu bisa saja tertidur dengan tenang memimpikan pilihanmu
tapi tidak untukku... 
aku bahkan tidak tau siapa yg ingin ku impikan
aku bahkan tidak tau apakah aku masih bisa tidur nyenyak? 
aku seperti mencari sesuatu yg bahkan aku saja tidak tau
terkadang aku rindu akan semua yg lalu
tapi terkadang aku membencinya.. 
aku tidak menyesal kita pernah dipertemukan bahkan bersatu
itu semua sudah takdir dan aku hanya bisa mendoakan diriku
aku bahkan tidak meminta kepada tuhan untuk mengembalikanmu padaku
mungkin tuhan menggantikanku dengannya,
agar kau tau... ada yg lebih baik untukmu dan bukan aku

Jumat, 05 Agustus 2016

sudah setengah tahun kita berpisah....

aku masih tidak mempercayai semua ini.

aku masih merasakan genggaman tangannya...

aku masih merasakan tangannya dibawah hidungku,

memastikan keadaanku.

entah kenapa aku sering memimpikannya,

dalam mimpiku seakan dia ingin kembali bersamaku...

dan rasanya aku tidak ingin bangun dari mimpi itu.

mengapa dia mudah melupakannya?

semua yg kita lalui?

dan entah kenapa air mata ini sudah tidak bisa turun,

aku sedih namun aku tidak menangis.

aku sudah mencoba namun sama.

ini sakit....

jam tidurpun selalu berantakan,

seribu lebah yg datangpun madu tetap merasa sendirian...

ditemani sepi....

tidak bisa bertindak apapun saat tidak bisa melihat dia tersenyum.

menolak hati yg masuk untuk menunggu yg tidak menginginkanku...

sulit untuk memberi seluruh hati lagi...

kini ku bersedia hidup kembali....

menata  masa depan yg lebih baik lagi dari sebelumnya.

walau sebenarnya aku lelah untuk memulai (lagi) dari awal.

memberi seluruh hatiku lagi pada seseorang.

aku lelah untuk memberikan kepercayaan lagi.

aku mungkin sudah bangkit....

tapi tidak untuk hatiku.

luka ini terlalu dalam,

menelan pahit-pahit setiap kata yg pernah diucapnya.

aku mungkin menolak untuk memberi kepercayaan (lagi)

entah merasa semuanya akan sama,

atau entah hatiku masih terluka.

aku memang bodoh,

menunggu sesuatu yg bahkan tidak menganggapku ada

mungkin hal itu yg membuatku menutup rapat hati ini

aku masih percaya dia akan kembali,

walaupun aku tau dia sudah bahagia dengan pilihannya.

dan sedikitpun tak pernah ada niat,

untuk mencoba hancurkan mereka...

aku hanya menunggumu dalam diam,

dalam doaku untuk kita.

aku memang bodoh,

tapi tidak sebodoh untuk menjadi perusak kalian...

karna saat aku tau dia bahagia,

aku cukup bahagia walaupun

bukan aku lagi alasan dibalik senyum nya.

wajah yg kurindukan,

mata yg seakan berbicara padaku dulu

dan berkata hanya akulah miliknya.