Senin, 20 April 2015

ersa ayekaf

maaf aku pernah menyakiti, aku pernah dekat dengannya .
namun hanya allah dan aku yg tahu tentang semua ini .
aku mungkin salah satu manusia yg penuh dengan kekhilafan .
aku sadar betapa lelahnya aku menunggu, dan betapa mudahnya aku menyianyiakan semuanya .
aku seharusnya mengerti bahwa tidak mudah aku menunggunya .
aku seharusnya berfikir dua kali untuk tidak dekat dengan orang lain .
dan untuk kedua kalinya aku merusak perasaannya .
aku sadar betapa bodohnya aku .
betapa aku tidak sadar atas semua kekuranganku .
aku begitu mudah mencari yg sempurna untuk diriku sendiri, begitu egoisnya aku .
aku sangat mencintainya .
mencintai orang yg sedang bersamaku .
mungkin memang seharusnya seperti ini, aku melepaskan semua yg indah sementara untuk bahagia selamanya .

Ersa Ayekaf

aku telah menunggunya mungkin cukup lama, sehingga aku lupa bagaimana rasanya ditunggu .
namun aku terus berusaha agar penantianku ini tidak sia-sia .
aku lelah mencari permainan lagi dan aku melah mempermainkan .
aku tau sungguh sakit rasanya mempermainkan .
aku sangat mencintainya, sungguh mencintainya .
dan mungkin ini pertama kalinya aku menunggu seorang laki-laki yg aku baru cinta pada pandangan pertama .
aku tidak mengerti kenapa sangat sakit mengharapkan seeseorang yg belum pasti dia mencintai kita .
namun saat itu aku yakin dan aku sadar bahwa allah tidak pernah tidur .
allah memberi jawaban atas sekian lama aku menunggu dan memberi aku kebahagiaan atas semua penantianku .
dia baik, dia tulus, dia penyayang, dia penjaga, dia seperti ayahku .
seorang laki-laki yg sudah lama aku nanti dan ia seperti orang yg aku cari .
aku sangat mencintainya, aku sangat menyayanginya seperti aku mencintai diriku sendiri .