boleh jadi, rindu-rindu itu datang dalam kalbu.
menyelimuti setiap malamku yg teringat dirimu.
aku hampir seperti hilang jiwa asliku yg setiap harinya, ku lepaskan untukmu.
penyemangat saat duka, kamu ringankan bebanku,
saat aku hampir putus asa dengan segala bentuk masalah.
semua kita lewati bersama,
aku masih ingat genggaman tanganmu menyentuh pundakku saat kita belum
bersama.
aku masih ingat, kebahagiaan pelepasanmu yg mengangkat tubuhku.
aku masih ingat, kebahagiaanku diulang tahunku dan yg terakhir.....
aku masih ingat, saat membangunkanmu dibulan suci sekaligus hari kelahiranmu.
kehilanganmu sungguh tak apa bagiku, namun kehilangan senyummu sangat
sakit untukku.
semua ucap kata manis yg kita buat bersama kini hanya jadi kekonyolan bagimu.
mungkin kamu berfikir bahwa akulah yg paling menyesal terlalu berharap untuk kita.
aku tidak menyalahkan keadaan, aku hanya ingin mengutarakan seluruh rindu-rindu
ini dan tidak menyimpannya sendirian untuk terus melukaiku...
Minggu, 23 Oktober 2016
Selasa, 20 September 2016
bangun
kamu tahu rasanya terus mencoba meyakinkan perasaan ini agar terus bangun?
kamu tahu saat aku memberanikan diri membukanya,
seolah bayang-bayang akan kesakitan membuatku meragukannya
terus bertanya bisakan kembali pulih hati ini?
bukan karena perasaan untuk orang yg sama,
namun apakah hatiku sudah siap untuk menerima sakit yg sama lagi?
atau aku harus terus berharap kepada seseorang yg tak bisa membuatku menolehya?
padahal aku tahu, terus larut dalam yg bukan lagi milikku hanya sia-sia
aku bukan tidak ingin merasakan kembali,
jatuh kepada seseorang, membangun kebahagiaan, dan berkomitmen
aku hanya takut jatuh kepada orang yg salah yg hanya ingin singgah bukan tinggal
aku hanya lebih ingin memilih bukan mencari,
karena jika aku mencari aku takkan mendapat pilihan
namun jika aku memilih, aku hanya akan berkomitmen pada pilihan
dan bukan hanya omong kosong untuk terus membuatku bahagua.
aku tidak butuh bahagia sendirian, aku bisa membahagiakan diriku
aku hanya ingin bahagia bersama walau sendiri-sendiri.
yg mencintai dirinya, yg mencoba merubah dirinya menjadi lebih baik.
yg mencoba memperbaiki dirinya,
seperti hal yg sama aku lakukan.
kamu tahu saat aku memberanikan diri membukanya,
seolah bayang-bayang akan kesakitan membuatku meragukannya
terus bertanya bisakan kembali pulih hati ini?
bukan karena perasaan untuk orang yg sama,
namun apakah hatiku sudah siap untuk menerima sakit yg sama lagi?
atau aku harus terus berharap kepada seseorang yg tak bisa membuatku menolehya?
padahal aku tahu, terus larut dalam yg bukan lagi milikku hanya sia-sia
aku bukan tidak ingin merasakan kembali,
jatuh kepada seseorang, membangun kebahagiaan, dan berkomitmen
aku hanya takut jatuh kepada orang yg salah yg hanya ingin singgah bukan tinggal
aku hanya lebih ingin memilih bukan mencari,
karena jika aku mencari aku takkan mendapat pilihan
namun jika aku memilih, aku hanya akan berkomitmen pada pilihan
dan bukan hanya omong kosong untuk terus membuatku bahagua.
aku tidak butuh bahagia sendirian, aku bisa membahagiakan diriku
aku hanya ingin bahagia bersama walau sendiri-sendiri.
yg mencintai dirinya, yg mencoba merubah dirinya menjadi lebih baik.
yg mencoba memperbaiki dirinya,
seperti hal yg sama aku lakukan.
Sad to mei
jika benar serius apa seperti ini?
jika benar serius apa harus begini?
bukankah jika benar cinta, ia akan jadi prioritas?
bukankah jika benar cinta, bertemu semenitpun tak masalah?
apakah harus berkabar hanya saat butuh? begitukah?
apakah harus salah satu memohon untuk sebuah pertemuan? atau untuk sekedar bertanya kabar?
apakah yg seperti itu wajar untuk dipertahankan?
kalau memang iya, aku bahkan tidak tau apa alasannya.
mempertahankan sesuatu yg bahkan aku tidak tau dia dimana, sedang apa, dan keadaannya pun aku bahkan tidak tau.
jika memang harus seperti ini yg kita jalani, bolehkah aku membagi perasaanku?
agar tak sepenuhnya lemah saat tau bahwa aku bukan seseorang dalam doamu.
agar tak sepenuhnya patah hatiku untuk kesekian kalinya.
aku bukan wanita yg mudah memberi hatiku untuk orang bahkan belum bisa membuatku aman.
sakit? tidak. setidaknya aku cukup cerdas untuk tidak terlalu mengharapkanmu.
jika benar serius apa harus begini?
bukankah jika benar cinta, ia akan jadi prioritas?
bukankah jika benar cinta, bertemu semenitpun tak masalah?
apakah harus berkabar hanya saat butuh? begitukah?
apakah harus salah satu memohon untuk sebuah pertemuan? atau untuk sekedar bertanya kabar?
apakah yg seperti itu wajar untuk dipertahankan?
kalau memang iya, aku bahkan tidak tau apa alasannya.
mempertahankan sesuatu yg bahkan aku tidak tau dia dimana, sedang apa, dan keadaannya pun aku bahkan tidak tau.
jika memang harus seperti ini yg kita jalani, bolehkah aku membagi perasaanku?
agar tak sepenuhnya lemah saat tau bahwa aku bukan seseorang dalam doamu.
agar tak sepenuhnya patah hatiku untuk kesekian kalinya.
aku bukan wanita yg mudah memberi hatiku untuk orang bahkan belum bisa membuatku aman.
sakit? tidak. setidaknya aku cukup cerdas untuk tidak terlalu mengharapkanmu.
Senin, 05 September 2016
choice
keputusan adalah pilihan,
jika kau mempunyai keputusan sama halnya kau membuat pilihan...
dan pilihan itu selalu didampingi oleh resiko...
apapun resikonya,
kau takkan bisa menghindar karna itu keputusanmu...
belajarlah mempunyai komitmen untuk suatu keputusan...
seseorang bisa dibilang kuat saat ia menghadapi
segala resikonya atas keputusannya...
dan dalam hidup untuk diri sendiri atau oranglain....
komitmen itu penting,
jika tidak ingin membuat keputusan...
jangan berkata dirimu mampu,
jangan jadi seseorang dibelakang batu...
berani kuat karena sesuatu,
seharusnya tanpa sesuatu dirimu harus kuat...
seorang yg lemah sekalipun ia bisa bangkit dan terus berkomitmen...
jika kau mempunyai keputusan sama halnya kau membuat pilihan...
dan pilihan itu selalu didampingi oleh resiko...
apapun resikonya,
kau takkan bisa menghindar karna itu keputusanmu...
belajarlah mempunyai komitmen untuk suatu keputusan...
seseorang bisa dibilang kuat saat ia menghadapi
segala resikonya atas keputusannya...
dan dalam hidup untuk diri sendiri atau oranglain....
komitmen itu penting,
jika tidak ingin membuat keputusan...
jangan berkata dirimu mampu,
jangan jadi seseorang dibelakang batu...
berani kuat karena sesuatu,
seharusnya tanpa sesuatu dirimu harus kuat...
seorang yg lemah sekalipun ia bisa bangkit dan terus berkomitmen...
Selasa, 16 Agustus 2016
aku hampir tidak bisa terlelap terus memikirkan apa yg salah denganku
aku selalu terjaga sepanjang hari mengingat kesalahanku
kamu bisa saja tertidur dengan tenang memimpikan pilihanmu
tapi tidak untukku...
aku bahkan tidak tau siapa yg ingin ku impikan
aku bahkan tidak tau apakah aku masih bisa tidur nyenyak?
aku seperti mencari sesuatu yg bahkan aku saja tidak tau
terkadang aku rindu akan semua yg lalu
tapi terkadang aku membencinya..
aku tidak menyesal kita pernah dipertemukan bahkan bersatu
itu semua sudah takdir dan aku hanya bisa mendoakan diriku
aku bahkan tidak meminta kepada tuhan untuk mengembalikanmu padaku
mungkin tuhan menggantikanku dengannya,
agar kau tau... ada yg lebih baik untukmu dan bukan aku
Jumat, 05 Agustus 2016
sudah setengah tahun kita berpisah....
aku masih tidak mempercayai semua ini.
aku masih merasakan genggaman tangannya...
aku masih merasakan tangannya dibawah hidungku,
memastikan keadaanku.
entah kenapa aku sering memimpikannya,
dalam mimpiku seakan dia ingin kembali bersamaku...
dan rasanya aku tidak ingin bangun dari mimpi itu.
mengapa dia mudah melupakannya?
semua yg kita lalui?
dan entah kenapa air mata ini sudah tidak bisa turun,
aku sedih namun aku tidak menangis.
aku sudah mencoba namun sama.
ini sakit....
jam tidurpun selalu berantakan,
seribu lebah yg datangpun madu tetap merasa sendirian...
ditemani sepi....
tidak bisa bertindak apapun saat tidak bisa melihat dia tersenyum.
menolak hati yg masuk untuk menunggu yg tidak menginginkanku...
sulit untuk memberi seluruh hati lagi...
aku masih tidak mempercayai semua ini.
aku masih merasakan genggaman tangannya...
aku masih merasakan tangannya dibawah hidungku,
memastikan keadaanku.
entah kenapa aku sering memimpikannya,
dalam mimpiku seakan dia ingin kembali bersamaku...
dan rasanya aku tidak ingin bangun dari mimpi itu.
mengapa dia mudah melupakannya?
semua yg kita lalui?
dan entah kenapa air mata ini sudah tidak bisa turun,
aku sedih namun aku tidak menangis.
aku sudah mencoba namun sama.
ini sakit....
jam tidurpun selalu berantakan,
seribu lebah yg datangpun madu tetap merasa sendirian...
ditemani sepi....
tidak bisa bertindak apapun saat tidak bisa melihat dia tersenyum.
menolak hati yg masuk untuk menunggu yg tidak menginginkanku...
sulit untuk memberi seluruh hati lagi...
kini ku bersedia hidup kembali....
menata masa depan yg lebih baik lagi dari sebelumnya.
walau sebenarnya aku lelah untuk memulai (lagi) dari awal.
memberi seluruh hatiku lagi pada seseorang.
aku lelah untuk memberikan kepercayaan lagi.
aku mungkin sudah bangkit....
tapi tidak untuk hatiku.
luka ini terlalu dalam,
menelan pahit-pahit setiap kata yg pernah diucapnya.
aku mungkin menolak untuk memberi kepercayaan (lagi)
entah merasa semuanya akan sama,
atau entah hatiku masih terluka.
aku memang bodoh,
menunggu sesuatu yg bahkan tidak menganggapku ada
mungkin hal itu yg membuatku menutup rapat hati ini
aku masih percaya dia akan kembali,
walaupun aku tau dia sudah bahagia dengan pilihannya.
dan sedikitpun tak pernah ada niat,
untuk mencoba hancurkan mereka...
aku hanya menunggumu dalam diam,
dalam doaku untuk kita.
aku memang bodoh,
tapi tidak sebodoh untuk menjadi perusak kalian...
karna saat aku tau dia bahagia,
aku cukup bahagia walaupun
bukan aku lagi alasan dibalik senyum nya.
wajah yg kurindukan,
mata yg seakan berbicara padaku dulu
dan berkata hanya akulah miliknya.
menata masa depan yg lebih baik lagi dari sebelumnya.
walau sebenarnya aku lelah untuk memulai (lagi) dari awal.
memberi seluruh hatiku lagi pada seseorang.
aku lelah untuk memberikan kepercayaan lagi.
aku mungkin sudah bangkit....
tapi tidak untuk hatiku.
luka ini terlalu dalam,
menelan pahit-pahit setiap kata yg pernah diucapnya.
aku mungkin menolak untuk memberi kepercayaan (lagi)
entah merasa semuanya akan sama,
atau entah hatiku masih terluka.
aku memang bodoh,
menunggu sesuatu yg bahkan tidak menganggapku ada
mungkin hal itu yg membuatku menutup rapat hati ini
aku masih percaya dia akan kembali,
walaupun aku tau dia sudah bahagia dengan pilihannya.
dan sedikitpun tak pernah ada niat,
untuk mencoba hancurkan mereka...
aku hanya menunggumu dalam diam,
dalam doaku untuk kita.
aku memang bodoh,
tapi tidak sebodoh untuk menjadi perusak kalian...
karna saat aku tau dia bahagia,
aku cukup bahagia walaupun
bukan aku lagi alasan dibalik senyum nya.
wajah yg kurindukan,
mata yg seakan berbicara padaku dulu
dan berkata hanya akulah miliknya.
Kamis, 17 Maret 2016
kasih
kasih,
belum banyak hal yg kita lalui bersama..
dan entah kenapa begitu banyak lelaki yg aku lepaskan hanya untuk bersamamu..
disisi lain aku belum bisa melupakan masa lalu..
dilain lagi, aku tak punya alasan mengapa memilihmu..
aku suka saat kamu berbicara konyol..
aku suka kita seperti ini..
kasih,
aku tidak meminta dalam doaku agar kita terus bersama..
aku tidak meminta kamu untuk dapat melupakan masa laluku..
aku juga tidak meminta kamu untuk berubah..
karna keputusanku saat memilihmu, bukan memaksamu bersamaku.
aku tidak ingin mengulang seseorang bersamaku untuk kesenanganku saja.
kamu sudah tau masa laluku,
bahkan kamu mendengar langsung saat aku menceritakan masa laluku pada temanmu..
aku tidak tau apa yg kamu fikirkan..
yg aku minta,
takdir membawa kita menjadi lebih baik :)
belum banyak hal yg kita lalui bersama..
dan entah kenapa begitu banyak lelaki yg aku lepaskan hanya untuk bersamamu..
disisi lain aku belum bisa melupakan masa lalu..
dilain lagi, aku tak punya alasan mengapa memilihmu..
aku suka saat kamu berbicara konyol..
aku suka kita seperti ini..
kasih,
aku tidak meminta dalam doaku agar kita terus bersama..
aku tidak meminta kamu untuk dapat melupakan masa laluku..
aku juga tidak meminta kamu untuk berubah..
karna keputusanku saat memilihmu, bukan memaksamu bersamaku.
aku tidak ingin mengulang seseorang bersamaku untuk kesenanganku saja.
kamu sudah tau masa laluku,
bahkan kamu mendengar langsung saat aku menceritakan masa laluku pada temanmu..
aku tidak tau apa yg kamu fikirkan..
yg aku minta,
takdir membawa kita menjadi lebih baik :)
Jumat, 15 Januari 2016
ayah
entah apa yg menutup mataku,
bagiku saat melihatmu kau tampak baik-baik saja.
aku tak melihat suatu ke khawatiran didalam benakmu.
tak terlihat semua rasa gelisah dan kesakitan yg kau alami setiap waktunya.
andai aku bisa mengutarakan semua perasaanku padamu,
kau adalah alasanku mengapa aku mencari sosok masa depan sepertimu.
aku hanya bisa terdiam saat kau dilanda amarah, sakit, dan kecewa.
aku ingin sekali bisa membahagiakanmu, menghapus semua kekecewaanmu.
andai kau tau,
kau tetap menjadi pria terbaik dalam hidupku.
aku sangat menyayangimu,
betapa sabarnya kau menjagaku hingga sebesar ini.
aku ingat dulu,
kau selalu mengajakku berjalan-jalan, kau selalu mengelus rambutku saat aku ingin tertidur,
kau memelukku saat aku menangis.
kau selalu ingin tau dan bahkan mengetahui semua perkembanganku.
kau tau saat aku sedih, dan aku berharap saat ini kau tidak tau bahwa aku malu.
saat harus menatapmu menahan tangis, melihat betapa kau saat lemah.
tetaplah bersamaku,
aku tau apapun yg kau lakukan untuk menjagaku.
aku sangat menyayangimu...
bagiku saat melihatmu kau tampak baik-baik saja.
aku tak melihat suatu ke khawatiran didalam benakmu.
tak terlihat semua rasa gelisah dan kesakitan yg kau alami setiap waktunya.
andai aku bisa mengutarakan semua perasaanku padamu,
kau adalah alasanku mengapa aku mencari sosok masa depan sepertimu.
aku hanya bisa terdiam saat kau dilanda amarah, sakit, dan kecewa.
aku ingin sekali bisa membahagiakanmu, menghapus semua kekecewaanmu.
andai kau tau,
kau tetap menjadi pria terbaik dalam hidupku.
aku sangat menyayangimu,
betapa sabarnya kau menjagaku hingga sebesar ini.
aku ingat dulu,
kau selalu mengajakku berjalan-jalan, kau selalu mengelus rambutku saat aku ingin tertidur,
kau memelukku saat aku menangis.
kau selalu ingin tau dan bahkan mengetahui semua perkembanganku.
kau tau saat aku sedih, dan aku berharap saat ini kau tidak tau bahwa aku malu.
saat harus menatapmu menahan tangis, melihat betapa kau saat lemah.
tetaplah bersamaku,
aku tau apapun yg kau lakukan untuk menjagaku.
aku sangat menyayangimu...
ka
maafin aku gabisa buat kaka bahagia sama aku, maafin aku selalu kecewain kaka, buat kaka benci sama aku.
maaf aku selalu larang kaka kalo kaka nginep, suka larang kaka main, suka marah-marah.
aku cuma mau diajak sama kaka kemanapun kaka pergi dan diakui didepan temen-temen kaka.
maaf buat semua keegoisan aku ka.
ka, sekarang aku sadar.
kaka lebih baik tanpa aku, kaka bebas kemanapun kaka mau, tanpa ada yg butuh kabar kaka.
ka, kaka sadar? kaka sedikit kasar sekarang, bukan fisik tapi ucapan dan sikap kaka.
kenapa kaka selalu anggap aku seolah-olah bisa dapetin yg lebih baik daripada kaka?
kenapa kaka ngga pernah percaya sama perasaan aku?
kenapa kaka selalu mudah menerbang dan menjatuhkan hati aku?
kenapa aku selalu mudah mempercayai ucapan kaka?
ka, apakah balikan bisa buat perasaan dan suikap kaka balik lagi? aku rasa ngga.
sekarang, aku tau ka. hati kaka udah bukan buat aku.
padahal aku serius sama kaka, aku sudah banyak mimpi bermasa depan sama kaka.
aku takut, takut buat jatuh cinta lagi, takut buat tutup hati ini lagi...
dan saat itu terjadi, aku takut kaka tiba-tiba datang dan memberi jawaban atas semua pertanyaanku.
tapi aku bersikap seperti kaka.. aku takut..
sudah
sudah sejauh ini kita melangkah, pernah terlintas dalam perbincangan kita untuk menuju masa depan bersama.
namun aku melihat sisi lain darimu yg jauh berbeda saat ini, kau tak terlihat sama seperti sebelumnya bahkan aku membencinya.
benciku ini semakin besar dan meluap, kita merasakan hal yg sama.
saat itu kita sangat keras juga mengegokan perasaan kita dan pada akhirnya kita mencari arah masing-masing, aku tak tahu apa yg sedang kau lewati dan sebaliknya padamu.
sejenak aku berfikir ingin mengejarmu dan bersama melewati arah itu namun egoku menahannya.
kau sempat berteriak mengajak kita untuk berjalan bersama namun aku menutup telingaku.
yg kumau, kau kembali memberiku arah dan menjagaku melewati rintangan bersama.
andai tau saat aku menutup telingaku, aku masih mendengar suaramu.
dan berharap kita dapat bertemu dalam sebuah perjalanan dan mendengar suara itu lagi.
namun aku melihat sisi lain darimu yg jauh berbeda saat ini, kau tak terlihat sama seperti sebelumnya bahkan aku membencinya.
benciku ini semakin besar dan meluap, kita merasakan hal yg sama.
saat itu kita sangat keras juga mengegokan perasaan kita dan pada akhirnya kita mencari arah masing-masing, aku tak tahu apa yg sedang kau lewati dan sebaliknya padamu.
sejenak aku berfikir ingin mengejarmu dan bersama melewati arah itu namun egoku menahannya.
kau sempat berteriak mengajak kita untuk berjalan bersama namun aku menutup telingaku.
yg kumau, kau kembali memberiku arah dan menjagaku melewati rintangan bersama.
andai tau saat aku menutup telingaku, aku masih mendengar suaramu.
dan berharap kita dapat bertemu dalam sebuah perjalanan dan mendengar suara itu lagi.
Langganan:
Komentar (Atom)