Senin, 08 Juni 2026

emotionally unavailable

 apa aku terlalu sensitif atau kamu yang defensif? sepertinya kamu merasa menang karena aku pernah berucap saat aku memilihmu, aku sudah tau sisi burukmu. itu yang mungkin membuatmu merasa bahwa sisi burukmu takkan menyakitiku.

kamu bilang kamu paling menyayangiku, mencintaiku dan mengerti aku. tapi apa memang seperti ini? aku akui kamu setia, kamu tidak berkata maupun berperilaku kasar. tapi defensif? apakah itu hal yang paling baik yang bisa kamu banggakan? apa kamu fikir aku tidak mempunyai batas kesabaran dan lelah? aku bahkan tau apa yang akan kamu jawab saat aku bertanya, setiap jawaban sudah muncul dalam fikiranku, kamu berfikir itu hal baik? kamu kira cukup aku yang mengerti semua selesai, tidak perlu menunjukkan sikap penuh perhatian dan tindakan memanjakan padaku? aku tau kamu pasti tau aku dan tau apa yang aku harapkan tapi sekali lagi kamu terus menguji batas sakit hatiku. 

pc, aku akui aku pedendam. dulu aku berharap bisa memilikimu. aku juga berharap kamu berubah, tapi itu dulu. aku yang sekarang sama sekali tidak berharap kamu berubah, tapi aku yg harusnya berubah supaya kamu mengerti bagaimana rasanya jadi aku.

Senin, 01 Juni 2026

halo untuk pc

 sebelumnya, aku sangat amat berterimakasih untuk seseorang yg saat ini bersamaku. sebetulnya dia hadir cukup lama (sekitar 10-11thn lalu) namun pada saat itu aku dan dia cukup sbg seseorang yg saling mengenal, dia tau baik burukku dan sebaliknya. dia bahkan menopang kepalaku dikepalanya disaat aku memikirkan masa laluku. kabar buruknya, kita baru bersama saat 5 tahun ngenal, kabar baiknya seseorang ini sudah menjadi suamiku. bahkan saat ini aku sudah memiliki 1 putri & 1 putra, aku sangat amat bahagia sekarang. 

aku juga sangat berterima kasih dengan blog ini, sejujurnya aku sudah membaca ulang tulisan pertamaku sebelum membuat ini, aku takkan mengganti atau menghapusnya. bagiku itu hanya masa lalu, kenangan sedih dan bahagia saat aku menulis dan mengingat memori kenangannya. aku bersyukur karena aku ternyata berhasil melewatinya, aku tidak menjadi jahat bahkan aku berhasil memperbaiki diriku. 

aku sangat amat menyayangi kedua anakku dan juga suamiku, aku berharap suatu hari anak-anakku tumbuh bahagia dan tidak merasa terbebani denganku dan suamiku. aku ingin anak-anakku dapat hidup sesuai keinginannya, dan aku ingin anakku saat besar nanti bahagia mempunyai orangtua seperti kami. aku tidak berharap lebih agar anak-anakku dan suamiku membaca ini. tapi, harus kalian tau. saat aku menulis ini, kedua anakku sedang tertidur (kakak 5th tidur disampingku, adik 1th sedang tidur memelukku) aku berharap anak-anakku selalu ceria seperti.

dari aku -ersa